Project Description

Abstrak: Peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak terus diupayakan oleh pemerintah untuk pembangunan dan pembiayaan negara. Upaya peningkatan penerimaan pajak berbenturan dengan salah satu sistem pemungutan pajak. Sistem pemungutan pajak self assessment system memberikan wewenang kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan jumlah kewajiban pajaknya sehingga wajib pajak dimungkinkan melakukan penghindaran pajak untuk mengefisienkan jumlah pajak yang dibayar. Kebijakan penghindaran pajak dapat dilakukan perusahaan ditentukan oleh keputusan pemegang saham. Kondisi kepemilikan saham perusahaan di Indonesia cenderung terkonsentrasi sehingga tercipta kepemilikan piramida yang menciptakan peluang untuk melakukan penghindaran pajak untuk memaksimalkan keuntungan pemegang saham. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji pengaruh struktur kepemilikan terkonsentrasi terhadap kebijakan penghindaran pajak. Penelitian ini memakai seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2008 sampai dengan 2010. Penentuan sampel menggunakan kriteria purposive sampling sehingga didapat sebanyak 160 pengamatan. Pengujian model regresi dilakukan dengan uji asumsi klasik dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini membuktikan bahwa perusahaan dengan persentase kepemilikan terkonsentrasi tinggi cenderung melakukan tingkat penghindaran pajak yang lebih tinggi. Peningkatan kepemilikan menyebabkan meningkatnya kemampuan pemegang saham mayoritas untuk mengendalikan perusahaan yang berakibat pada usaha penghindaran pajak untuk memaksimalkan keuntungan pemegang saham.

Kata kunci: kepemilikan terkonsentrasi, kepemilikan piramida, tax advoidance