Project Description

Suara bising yang terjadi di ruang praktek, khususnya pada kegiatan praktek permesinan adalah hal yang biasa. Mesin-mesin produksi, seperti mesin bubut, skrap, frais, bor dan lain-lain sesungguhnya, secara sendiri-
sendiri hanya memproduksi suara dengan tingkat kebisingan sedang, namun jika mesin hidup secara bersamaan, suara’suara yang saling tumpang tindih akan menghasilkan bising yang cukup besar. Bising adalah bunyi yang
tidak disukai, suara yang mengganggu atau bunyi yang meniengkelkan. Berkurangnya pendengaran akibat bising berlangsung secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama.

Penelitian ini dilakukan pada ruang bengkel mekanih Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali, berlokasi di Jln. Raya Pecatu – Kuta Selatan Kabupaten Badung. Subyek penelitian adalah mahasiswa praktek sejumlah 27 orang dan dikelompokkan menjadi 2 yaitu satu kelompok 11 orang mahasiswa terpapar kebisingan diatas NAB dan satu kelompok 10 orang terpapar kebisingan di bawah NAB. Obyek penelitian adalah stasiun kerja dan mesin yang ada di masing-masing bagian yaitu bubut, frais, bor dan ruang kelas laboratorium.