Project Description

ABSTRAK : Teknologi pengelasan terutama las busur listrik lebih dikenal dengan sebutan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sekarang banyak dipergunakan dalam pembuatan konsrtuksi maupun peralatan. Teknik pengelasan ini emnggunakan sumber energy listrik yang kemudian diubah oleh traffo atau inverter untuk menghasilkan arus pengelasan sesuai dengan kebutuhan. Pengelasan SMAW banyak dipergunakan karena peralatan yang dipergunakan sedikit dengan proses pengelasan yang cepat. Pada proses pengelasan dengan ketinggian tertentu, inverter atau generator las diletakkan dibawah sedangkan kabel sekunder (kabel penghubung generator/inverter dengan elektroda las) diperpanjang untuk dapat menjangkau tempat pengelasan. Melihat dari segi kelistrikan bahwasannya kabel penghubung disamping berfungsi sebagai penghantar listrik juga berfungsi sebagai hambatan. Variasi dilakukan beberapa kali untuk dapat melihat perbedaan kekuatan las yang dihasilkan yaitu 20 meter, 30 meter, 40 meter dan 50 meter dengan sudut elektroda 70 – 80 sesuai dengan standar pengelasan ASTM (American Society for Testing and Material). Arus pengelasan. Arus ditetapkan sesuai dengan kebutuhan proses pengelasan dalam penelitian ini menggunakan arus 70 ampere Kampuh las dengan kampuh las dibuat 60. Kabel disamping sebagai penghantar arus juga berfungsi sebagai hambatan. Panjang kabel sekunder mempengaruhi kekuatan hasil pengelasan secara keseluruhan apabila dilakukan pada arus yang tetap. Pada arus pengelasan 70 ampere dengan penambahan panjang kabel sekunder sampai 50 meter akan terjadi penurunan kekuatan hasil pengelasan sampai 8,84%.

Kata kunci : Kekuatan, Las Listrik (SMAW), Panjang Kabel Skunder